Abstract
Penyakit Coronavirus 2019 (COVID-19) memiliki spektrum klinis yang luas. Salah satu gejala berat penyakit ini dan menunjukkan prognosis buruk adalah trombosis. Risiko tinggi trombosis pada COVID-19 ditunjukkan dari peningkatan D-dimer yang merupakan perubahan paling signifikan parameter koagulasi, yang menandakan produksi trombin dan aktivasi fibrinolisis. Namun, D-dimer adalah reaktan fase akut non spesifik dan dapat meningkat karena penyebab dan inflamasi lain. Identifikasi risiko dini dan tanda trombosis pada pasien COVID-19 dapat mencegah kejadian trombotik dan gagal organ lainnya, memandu tenaga kesehatan pada strategi intervensi awal, dan fokus pada kelompok pasien yang berisiko prognosis buruk. Coronavirus disease 2019 (COVID-19) has a broad clinical spectrum. Thrombosis may herald severe symptom and indicates a poor prognosis. Risk of thrombosis in COVID-19 is indicated by increased D-dimer, which is the most significant change in coagulation parameters, indicating thrombin production and fibrinolysis activation. However, D-dimers are nonspecific acute-phase reactants and may increase due to other causes and inflammation. Identifying early risks and signs of thrombosis in COVID-19 patients to prevent thrombotic events and other organ failure, may guide health professionals on early intervention strategies, and to focus on groups of patients at risk of poor prognosis.
Cite
CITATION STYLE
Tan, C. (2021). Trombosis pada Pasien COVID-19. Cermin Dunia Kedokteran, 48(12), 684. https://doi.org/10.55175/cdk.v48i12.1571
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.