Abstract
Perceraian orang tua pada anak usia dini sering menimbulkan masalah emosional yang berdampak langsung pada perkembangan kemandirian, terutama ketika pengasuhan dialihkan kepada kakek-nenek. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengasuhan grandparenting, khususnya nenek sebagai pengasuh utama, dalam membentuk kemandirian anak usia 5–6 tahun pasca perceraian orang tua di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas dua nenek sebagai pengasuh utama dan dua anak usia 5–6 tahun. Temuan penelitian menunjukkan bahwa anak yang diasuh dengan pola asuh tegas dan konsisten cenderung menunjukkan perkembangan kemandirian yang lebih terarah, meskipun sebelumnya mengalami gangguan emosi. Sebaliknya, pola asuh permisif yang memberikan kebebasan berlebihan menyebabkan anak menunjukkan ketergantungan dan kemandirian yang belum berkembang optimal. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa pola pengasuhan nenek berperan penting dalam pengelolaan emosi dan pembentukan kemandirian anak pasca perceraian orang tua. State of the art penelitian ini terletak pada fokus kajian grandparenting pasca perceraian dalam konteks pedesaan dengan subjek anak usia dini. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran empiris bagi pendidik dan keluarga tentang pentingnya pola asuh yang tepat dalam pengasuhan alternatif anak usia dini.Parental divorce in early childhood often leads to emotional difficulties that may affect children’s independence, particularly when caregiving responsibilities are transferred to grandparents. This study aims to describe the role of grandparenting, specifically grandmothers as primary caregivers, in shaping the independence of children aged 5–6 years after parental divorce in Tanjungsekar Village, Pucakwangi District, Pati Regency. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observations, and documentation. The research subjects consisted of two grandmothers serving as primary caregivers and two children aged 5–6 years. The findings indicate that children raised under a firm and consistent caregiving approach tend to show more directed and stable independence despite experiencing emotional challenges after parental divorce. In contrast, permissive caregiving characterized by excessive freedom was associated with children’s dependency and less developed independence. The results highlight the important role of grandparenting in emotional regulation and the development of children’s independence following parental divorce. The state of the art of this study lies in its specific focus on grandmother-led caregiving in post-divorce contexts within a rural setting. This study contributes empirical insights for early childhood educators and families regarding the importance of appropriate and consistent caregiving patterns in alternative family care arrangements.
Cite
CITATION STYLE
Salsabella, O. A., & Filasofa, L. M. (2026). Peran Pengasuhan Grandparenting dalam Mengatasi Kemandirian Anak: Studi Kasus Perceraian Orangtua. PAUDIA, 174–188. https://doi.org/10.26877/paudia.v15i1.3093
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.