Abstract
Turunnya angka jual beli dalam industri tempe di Kec. Sabak Auh, Kab. Siak Sri Indrapura, Riau. Bertujuan untuk mengetahui strategi bauran pemasaran, faktor pendukung dan penghambat ditinjau dari ekonomi Islam industri rumah tangga tempe. Populasi 20 orang juga sebagai objeknya. Data primer dan data sekunder didapat dengan observasi, wawancara, dan kuesioner, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasilnya: 1). Strategi bauran pemasaran yang dilakukan industri rumah tangga tempe masih tradisional, baik dari segi produk, tempat, promosi, dan harga. 2). Faktor pendukungnya merupakan salah satu makanan tradisional, yang populer di masyarakat dan seteril dari bahan kimia. Faktor penghambatnya, terbatasnya bahan baku kedelai. 3). Ekonomi Islam meninjau dari Strategi Bauran Pemasaran yang dilakukan adalah: 1). Produk tempe tidak dilarang. 2). Harga ditawarkan terjangkau. 3). Tempat pemasaran di lokasi strategis dan mudah diakses. 4). Promosi belum sepenuhnya sesuai dengan sistem ekonomi syariah, karena belum memaksimalkan untuk meningkatkan penjualan, terbukti dari aspek strategi masih seperti apa adanya. Maka penneliti menganjurkan agar hasil penelitian ini jadi modal pertimbangan para industri tempe di Riau.
Cite
CITATION STYLE
Nurhadi, N., & Salim, A. (2019). Strategi Bauran Pemasaran Industri Tempe Dalam Perspektif Ekonomi Syariah Di Kabupaten Sri Indrapura Provinsi Riau. Al-Mashrafiyah: Jurnal Ekonomi, Keuangan, Dan Perbankan Syariah, 3(2), 140. https://doi.org/10.24252/al-mashrafiyah.v3i2.9290
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.