Abstract
Salafi women are regarded as a more tight and exclusive community than men. This reality highlights Salafi Sharia provisions, which mandate women to stay at home. Nonetheless, young Salafi women are beginning to engage in productive activities by tapping business opportunities of digital economy. This study is based on a massive phenomenon regarding the involvement of young Salafi women in digital entrepreneurial activities. Using a case study of Salafi women in Lampung with purposive sampling technique, it analyzes data from in-depth interviews with 13 young Salafi women who run online enterprises and 2 men (ustadz and teacher) served as the main sources for this explorative qualitative research. This study demonstrates that apart from accepting technological advances, Salafi women also actualize themselves in digital economic activities. They can run successful online businesses and have a positive impact on their financial emancipation. Their internet commercial activities strictly adhere to Islamic law and not limited to products associated with Salafi life. Their activities do not deviate from Islamic norms and instead reflect the Salafis’ productive and reformist characteristics. Challenging conventional wisdom on Salafi women, this study finds that within their submission to Salafi teachings and piety, they claim their active agency and contributions to family economy.Perempuan Salafi dianggap sebagai komunitas yang lebih ketat dan eksklusif dibandingkan laki-laki. Kenyataan ini menyoroti ketentuan syariah yang mewajibkan perempuan untuk tinggal di rumah. Meskipun demikian, remaja putri Salafi di Lampung mulai melakukan aktivitas produktif dengan memaksimalkan ketersediaan media digital. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena yang masif terjadi di Lampung mengenai keterlibatan remaja putri Salafi dalam kegiatan wirausaha digital. Wawancara mendalam dengan perempuan muda Salafi yang menjalankan usaha online dan laki-laki menjadi sumber utama penelitian kualitatif deskriptif ini. Pemilihan subjek penelitian dilakukan secara sengaja berdasarkan observasi. Kajian ini juga memanfaatkan sumber-sumber literatur tentang perempuan Salafi dan digitalisasi gerakan Salafi. Studi ini menunjukkan bahwa selain menerima kemajuan teknologi, perempuan Salafi juga mengaktualisasikannya dalam aktivitas ekonomi digital. Meski dianggap sebagai komunitas tertutup, perempuan Salafi mampu menjalankan bisnis online yang sukses dan memberikan dampak positif pada emansipasi finansial mereka. Keikutsertaan mereka dalam kegiatan ekonomi berbasis digital mematuhi syariat Islam yang diajarkan oleh para pendahulu mereka yang shaleh dan didampingi oleh anggota keluarga. Dengan demikian, aktivitas mereka tidak menyimpang dari norma-norma Islam dan justru mencerminkan karakter Salafi yang produktif dan reformis.
Cite
CITATION STYLE
Dwi Nugroho, Angga Febrian, & Dharma Setyawan. (2024). AGENCY IN PIETY: YOUNG SALAFI WOMEN IN DIGITAL BUSINESS. Penamas, 37(1), 46–59. https://doi.org/10.31330/penamas.v37i1.749
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.