Abstract
Nyeri neuropatik merupakan kondisi yang sulit untuk ditangani dan mengakibatkan penurunan kualitas hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui efek rebusan daun Ageratum conyzoides L (AC) sebagai anti-nyeri neuropatik disertai profil keamanannya. Hewan percobaan (mencit) dikelompokkan menjadi tujuh kelompok dengan masing-masing terdiri dari 5 hewan. Pada semua kelompok diberikan induksi piridoksin (400 mg/Kb BB) selama 14 hari kecuali kelompok normal, yang diikuti pemberian sediaan sesuai dengan kelompoknya serta dilanjutkan dengan pengujian thermal allodynia, hiperlagesia, dan wire hang. Pengujian toksisitas akut menggunakan tikus dengan menggunakan dosis 2000 mg/kg BB. Hasil thermal allodynia dan hiperalgesia menunjukkan AC-II memberikan efek peningkatan threshold pain lebih baik dibandingkan AC-I. Pada kombinasi AC-II dan pregabalin memberikan efek paling baik dibandingkan dengan kelompok lainnya dan menunjukkan efek sinergistik. Akan tetapi, efek AC-II mengalami penurunan (reversal) bila dikombinasikan dengan naloxone, hal ini menunjukkan adanya keterlibatan pada reseptor opioid (µ, κ and σ). Pengujian wire hang menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan dalam falling score (p;0.053) dan reaching score (p: 0.903), hal ini menunjukkan bahwa AC-II tidak mengakibatkan gangguan terhadap fungsi motorik. Pada pengujian toksisitas akut, tidak ditemukan gejala toksisitas ataupun kematian terhadap hewan percobaan. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa rebusan daun babadotan berpotensi sebagai anti-nyeri neuropatik.
Cite
CITATION STYLE
Sukmawan, Y. P., Suhendy, H., & Nurfatwa, M. (2021). Efektifitas Rebusan Daun Babadotan dan Kombinasinya dengan Pregabalin sebagai Anti Nyeri Neuropatik serta Uji Toksisitas Akutnya. JURNAL ILMU KEFARMASIAN INDONESIA, 19(2), 184. https://doi.org/10.35814/jifi.v19i2.1057
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.