Abstract
Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS), salah satunya melalui aktivitas fisik dilakukan minimal 30 menit per hari, namun faktanya, banyak masyarakat, terutama di kalangan remaja malas untuk melakukannya. Sedentary lifestyle kini menjadi permasalahan serius dan isu penting dalam kesehatan masyarakat karena dilakukan dalam jangka waktu yang lama sehingga berdampak buruk bagi kesehatan (Rahma & Wirjatmadi, 2020). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sedentary lifestyle sebagai resiko kejadian obesitas pada remaja . Desain penelitian menggunakan korelasi dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh remaja di Prodi D3 Keperawatan Tuban TA. 2023/2024 sebanyak 221 orang, besar sampel 142 orang, teknik pengambilan sampel simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan dan Adolescent Sedentary Activity Questionnaire (ASAQ). Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan hampir seluruh remaja memiliki sedentary lifestyle tinggi yaitu 116 remaja (81,7%), namun tidak beresiko mengalami obesitas yaitu 112 remaja (78,9%). Hasil uji statistik menggunakan chi square didapatka nilai r = 0,788 lebih besar dari yang ditetapkan yaitu < 0,05. Hasil ini menunjukkan tidak ada hubungan antara sedentary lifetyle dengan resiko kejadian obesitas pada remaja. Obesitas disebabkan oleh banyak factor yang saling mempengaruhi. Dengan memahami penyebab obesitas maka dapat dilakukan Upaya pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.
Cite
CITATION STYLE
Binti Yunariyah, Wahyuningsih Triana Nugraheni, & Titik Sumiatin. (2024). SEDENTARY LIFESTYLE AS A RISK OF OBESITY IN ADOLESCENTS IN TUBAN DISTRICT. Nursing Sciences Journal, 8(2), 122–130. https://doi.org/10.30737/nsj.v8i2.6122
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.