Abstract
Preeklampsia adalah penyebab kematian ibu tertinggi sekitar 30-40% dan cenderung meningkat bila ditambah dengan komplikasi organ. Preeklampsia merupakan sasaran pertama untuk menurunkan angka kematian ibu karena dapat dilakukan skrining dan pencegahan. Tujuan riset ini guna menganalisis faktor risiko kejadian preeklampsia. Rancangan riset ini adalah case control menggunakan data primer melalui google form. Subjek riset adalah ibu yang telah melahirkan di Puskesmas Dupak Surabaya. Teknik pengambilan sampelnya dengan total sampling serta simple random sampling yang kriterianya memenuhi kriteria eksklusi serta inklusi, masing-masing kelompok berjumlah 75 orang. Analisis yang dipakai yakni chi square dan regresi logistik. Hasil riset menunjukkan hipertensi kronik (AOR 5,12; CI 95% 1,294-20,312), obesitas (AOR 5,05; CI 95% 1,651-15,470), riwayat preeklampsia sebelumnya (AOR 7,56; CI 95% 1,999-28,601), riwayat preeklampsia keluarga (AOR 5,19; CI 95% 1,287-20,959), dan kehamilan kembar (AOR 3,89; CI 95% 0,714-21,186). Simpulan dari riset ini adalah riwayat preeklampsia sebelumnya merupakan faktor tertinggi terjadinya preeklampsia. Pelayanan antenatal care secara komprehensif dan pengawasan ketat pada ibu hamil risiko tinggi dapat mencegah komplikasi yang berat pada ibu dan bayi.
Cite
CITATION STYLE
Elga Caecaria Grahardika Andani, Muhammad Alamsyah Aziz, & Johanes Cornelius Mose. (2022). Faktor Risiko Preeklampsia di Puskemas Dupak Surabaya: Studi Kasus Kontrol. EMBRIO, 14(1), 1–8. https://doi.org/10.36456/embrio.v14i1.4069
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.