DETEKSI PLAGIARISME MENGGUNAKAN ALGORITMA LEVENSHTEIN DISTANCE

  • Yuslena
  • Khatimi H
  • Fajrin R
N/ACitations
Citations of this article
78Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Deteksi kesamaan dokumen untuk sistem plagiarisme termasuk dalam riset Natural Language Processing dalam bidang kecerdasan buatan. Plagiarisme banyak terjadi pada dokumen di lingkungan akademisi, begitupun yang terjadi pada PSMTS ULM. Deteksi plagiarisme diperlukan agar menjaga orisinalitas dari hasil tesis mahasiswa. Ada beberapa algoritma yang digunakan peneliti sebelumnya untuk mendeteksi plagiarisme. Namun, algoritma yang diperlukan adalah algoritma yang cepat karena yang sedang terjadi pada tesis mahasiswa relatif memiliki string yang banyak dan data tesis yang akan terus bertambah setiap saatnya mengakibatkan memperlambat kinerja algoritma. algoritma Levenshtein Distance mengungguli algoritma adaptif. Proses preprocessing yang terdiri dari metode case folding, tokenizing, stopword removal, dan stemming yang dapat melakukan estimasi proses sistem menjadi lebih cepat. Algoritma Levenshtein Distence dapat mendeteksi plagiasi dengan baik dan rata-rata lama proses sistem tanpa dilakukan preprocessing adalah 6,283 ms dan dengan preprocessing adalah 4,920 ms.

Cite

CITATION STYLE

APA

Yuslena, Khatimi, H., & Fajrin, R. A. (2021). DETEKSI PLAGIARISME MENGGUNAKAN ALGORITMA LEVENSHTEIN DISTANCE. Jurnal Teknologi Informasi Universitas Lambung Mangkurat (JTIULM), 6(1), 31–38. https://doi.org/10.20527/jtiulm.v6i1.66

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free