Abstract
Kualitas perangkat lunak dapat diukur dengan nilai kopling pada fase perancangan. Tingkat kopling pada perancangan mengindikasikan seberapa besar hubungan antar komponen dalam sebuah sistem. Untuk menentukan nilai kopling dapat menggunakan empat parameter metrik kopling konseptual antara lain Conceptual Similarity between Methods (CSM), Conceptual Similarity between a Method and a Class (CSMC), Conceptual Similarity between two Classes (CSBC) dan Conceptual Coupling of Class (CoCC). Perhitungan nilai kopling dapat dilakukan dengan cara mengambil method-method pada klas kemudian dihitung nilai kecocokan antar dokumen kode sumber dengan menggunakan Latent Semantic Indexing (LSI). Metode LSI digunakan untuk menghitung kecocokan antar dokumen kode sumber berdasarkan kesamaan kata maupun kesamaan makna kata, kemudian nilai tersebut digunakan untuk menghitung nilai metrik kopling konseptual. Pengujian akurasi pada kakas bantu ini dilakukan dengan membandingkan dengan kakas bantu lain sebagai pembanding. Pengujian dikelompokan ke dalam 3 (tiga) nilai toleransi yang berbeda yaitu 0,05; 0,1 dan 0,20. Penggunaan nilai toleransi yang berbeda disebabkan karena terdapat selisih antara kakas bantu yang dikembangan dengan kakas bantu pembanding. Hasil pengujian akurasi dengan nilai toleransi sebesar 0,05; didapatkan nilai akurasi sistem sebesar 24,83%. Jika nilai toleransi sebesar 0,1 maka nilai akurasi sistem sebesar 43,41%. Sedangkan, jika nilai toleransi sebesar 0,20 maka nilai akurasi yang diperoleh diatas 50% yaitu 69,78%. Kata kunci: kopling, kualitas, Latent Semantic Indexing (LSI), metrik kopling konseptual parsing method, perangkat lunak.
Cite
CITATION STYLE
Aulia, L. H., Pradana, F., & Priyambadha, B. (2016). Kakas bantu perhitungan nilai kopling menggunakan conceptual coupling metrics. Teknologi, 6(2), 90. https://doi.org/10.26594/teknologi.v6i2.598
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.