Abstract
Minyak Sirih Merah (MSM) diketahui mempunyai aktivitas sebagai antibakteri dan dapat dibuat dengan cara distilasi air dan uap dari daun sirih merah (Piper crocatum Ruiz & Pav.). Tujuan dari studi ini adalah untuk membandingkan aktivitas antibakteri dari MSM apabila diformulasi dalam bentuk sediaan yang berbeda (yaitu emulsi dan mikroemulsi). MSM dalam bentuk emulsi dibuat dengan cara mencampur 0,125 g MSM, 0,875 g paraffin cair, 0,125 g tween-80, 0,375 g span-80 (HLB 7), dan 3,500 g air. MSM dalam bentuk mikroemulsi dibuat dengan mencampur 0,125 g MSM, 0,125 g paraffin cair, 0,625 g tween-80, 0,625 g PEG-400, dan 3,500 g air. Aktivitas antibakteri terhadap Escherichia coli ATCC 25922 dilakukan dengan menggunakan metoda mikrodilusi dengan 1% w/w konsentrasi menggunakan reader ELISA pada 570 nm. Data kemudian dianalisis untuk membandingkan persentase penghambatan pertumbuhan mikroba. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hambatan bakteri dari MSM dalam bentuk emulsi adalah 17,45±5,9% sedangkan dalam bentuk mikroemulsi 49,58±3,27%. Kesimpulannya adalah aktivitas antibakteri MSM dalam bentuk mikroemulsi lebih baik dari bentuk emulsi.
Cite
CITATION STYLE
Kartika, E. P., Marchaban, M., & Sudarsono, S. (2019). Aktivitas Antibakteri Minyak Sirih Merah (Piper Crocatum Ruiz & Pav.) Dalam Bentuk Sediaan Emulsi dan Mikroemulsi. Majalah Farmaseutik, 14(2), 79. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v14i2.42597
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.