IMPLEMENTASI LEBAH GALO-GALO SEBAGAI POLINATOR PADA LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN KOTAK HIVE DI SUNGKAI KELURAHAN LAMBUNG BUKIK KECAMATAN PAUH KOTA PADANG

  • Rusdimansyah R
  • Hidrayani H
  • Ikhsan Z
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penyerbukan merupakan bagian penting dalam peningkatan produksi tanaman. Salah satu serangga yang bertindak sebagai pollinator pada tanaman adalah lebah galo-galo. Budidaya lebah tanpa sengat dapat membantu proses penyerbukan serta berperan sebagai penghasil madu murni yang juga berpotensi meningkatkan pendapatan petani. Tujuan dari kegiatan ini adalah agar kelompok mitra di salingka kampus Universitas Andalas mampu membudidayakan lebah tanpa sengat pada lahan pertanian. Metode yang digunakan adalah penyuluhan, pendampingan, pelatihan dan percontohan. Materi penyuluhan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan petani tentang potensi lebah tanpa sengat, pengenalan metode penjebakan koloni alam dan penambahan tanaman sumber pakan lebah. Tim telah membawakan beberapa koloni lebah galo-galo yang akan dipelihara oleh kelompok tani di Sungkai. Dengan lebah koloni yang dibawa, maka petani diberikan materi lanjutan, yaitu tentang cara pemindahan koloni ke kotak budidaya, pemasangan kotak madu dan cara panen. Hasil kegiatan ini adalah sebagai berikut: 1) Meningkatnya pengetahuan, minat dan keterampilan mitra dalam beternak Galo-galo yang diintegrasikan dengan pertanian. 2) Mitra memiliki unit usaha baru berupa ternak Galo-galo. 3) Mitra memiliki komoditi baru yang dihasilkan yaitu madu Galo-galo. 4) Mitra mengenal dan mampu membudidayakan tanaman pakan lebah. Kegiatan ini berjalan lancar dan target kegiatan tercapai dengan baik. Petani peserta telah mampu membudidayakan lebah tanpa sengat pada lahan pertanian yang dikelola.Pollination is an essential part of increasing crop production. One insect that acts as a pollinator on plants is the Galo-galo bee. Stingless bee cultivation can help in the pollination process and serve as a producer of pure honey, which also has the potential to increase farmers' income. This activity aims to enable partner groups at the Andalas University campus to cultivate stingless bees on agricultural land. The methods used in this service are counseling, mentoring, training, and piloting. Extension materials were carried out to increase farmers' knowledge about the potential of stingless bees, the introduction of natural colony trapping methods, and bee food sources. The service team has brought several Galo-galo bee colonies that farmer groups in Sungkai will maintain. By bringing the colony bees, farmers are given other material, namely how to transfer the colony to the cultivation box, install the honey box, and harvest. The results of this activity are as follows: 1) Increased knowledge, interest, and skills of partners in raising Galo-galo, which is integrated with agriculture. 2) Partner has a new business unit in the form of Galo-galo cattle. 3) Partners have a new commodity produced, namely Galo-galo honey. 4) Partners know and can cultivate bee food plants. This activity ran smoothly, and the target of the movement was achieved well. Farmers participating in the service have cultivated stingless bees on managed agricultural land.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rusdimansyah, R., Hidrayani, H., & Ikhsan, Z. (2022). IMPLEMENTASI LEBAH GALO-GALO SEBAGAI POLINATOR PADA LAHAN PERTANIAN MENGGUNAKAN KOTAK HIVE DI SUNGKAI KELURAHAN LAMBUNG BUKIK KECAMATAN PAUH KOTA PADANG. Jurnal Hilirisasi IPTEKS, 5(1), 1–9. https://doi.org/10.25077/jhi.v5i1.575

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free