ANALISIS KETERAMPILAN GRAFIK SISWA SMA

  • Dipalaya T
  • St. Muriati S
  • Firmansyah F
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Paradigma pendidikan Abad 21 menuntut siswa untuk memiliki berbagai kecakapan hidup dalam menghadapi era informasi dan digital. Literasi sains dan keterampilan kuantitatif menjadi penting untuk dimiliki siswa sebagai kecakapan hidup. Literasi sains membantu siswa dalam mengambakan penalaran kognitif serta sikap ilmiahnya. Kompetensi ini membantu siswa dalam memproses informasi, membangun argumen, dan merumuskan solusi mengenai proses-proses alam di sekitarnya. Informasi-informasi terkini dari segala aspek kehidupan banyak disajikan dalam benuk kuantitatif. Oleh karena itu perlu bagi siswa memiliki keterampilan kuantitatif dalam menjawab tantangan di abad 21 yang akan banyak bekerja dengan data kuantitatif. Graphing skill merupakan irisan dari literasi sains dan keterampilan kuantitatif. Melalui graphing skill siswa memiliki kompetensi dalam memahami, mengkritik, dan mengkunstruksi grafik. Memahami informasi ilmiah dari grafik menjadi langkah awal bagi siswa untuk memecahkan masalah ilmiah dan mentransfer informasi ilmiah. Graphing skill yang rendah menjadi faktor penghambat siswa dalam mempelajari konsep-konsep ilmiah. Oleh karena itu, penelitian ini diajukan dengan tujuan untuk mengkaji tentang profil graphing skill siswa yang meliputi kemampuan dalam memahami, mengkritik, dan mengkonstruksi grafik. Penelitian ini diharapkan menyajikan data awal yang dapat dijadikan acuan dalam mengembangkan suatu kegiatan pembelajaran yang dapat mengembangkan graphing skill siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas X dari 23 SMA Negeri di Kota Makassar. Untuk menentukan sekolah yang akan dijadikan sampel digunakan teknik simple random sampling. Responden untuk tiap sekolah dalam penelitian ini ditentukan sebanyak 10% dari jumlah siswa Kelas X yang dipilih secara acak. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan Graphing Inventory yang dimodifikasi ke dalam Bahasa Indonesia yang kemudian diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa keterampilan grafik siswa SMA khususnya di Kota Makassar masih rendah. Siswa SMA cenderung masih kurang dalam aspek pemahaman grafik, kritik, bahkan konstruksi grafik. Skor yang paling sering muncul pada jawaban siswa laki-laki adalah skor “1” (tanggapan yang tidak relevan) yaitu sebanyak 42,86% dan skor “2” (menampilkan ide atau hubungan non-normatif) sebanyak 35,71% sedangkan siswa perempuan skor “2” sebanyak 35,71% dan skor “3” (menampilkan ide-ide yang relevan tetapi tidak menghubungkan kedua ide tersebut) sebanyak 29, 82%. Bahkan, siswa perempuan ada yang memperoleh skor “4” (menunjukkan hubungan antara dua ide normatif yang relevan) yaitu sebanyak 5,26%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Dipalaya, T., St. Muriati, St. M., Firmansyah, F., & Wardiarini, A. (2022). ANALISIS KETERAMPILAN GRAFIK SISWA SMA. KLASIKAL : JOURNAL OF EDUCATION, LANGUAGE TEACHING AND SCIENCE, 4(3), 693–700. https://doi.org/10.52208/klasikal.v4i3.525

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free