Paradigma Orientalis terhadap Islam: antara Subyektif dan Obyektif

  • Nawawi N
N/ACitations
Citations of this article
99Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Paradigma orientalis terhadap Islam ada yang bersifat subyektif dan obyektif.  Para orientalis periode awal dalam menkaji Islam memiliki tujuan untuk menghancurkan Islam dari dalam. Eksistensi orientalisme bukan hanya wacana akademis tetapi memiliki motif  politis, ekonomis dan keagamaan.  Secara politis, kajian orientalis tentang duniaTimur untuk kepentingan politik kolonialisme Eropa dalam rangka menguasai dunia Islam. Namun dewasa ini orientalis mulai adanya kesadaran dalam mengkaji Islam secara obyektif sebagaimana dilakukan oleh orientalis dan Islamis. Pada umumnya orientalis lebih cenderung pada factor politik dan kecurigaan pada Islam. Sementara kajian kelompok Islamis terhadap  Islam untuk kepentingan ilmu pengetahuan. Karenaitu, orientalis perlu dilihat aspek positifnya. Pertama, buku referensi dari mereka sendiri. Kedua, koleksi naskah kuno lebih kaya daripada dunia Islam. Ketiga, cocok dengan pemikiran yang  terbuka yang bisa menerima orang luar (outsider).

Cite

CITATION STYLE

APA

Nawawi, N. (2020). Paradigma Orientalis terhadap Islam: antara Subyektif dan Obyektif. Istidlal: Jurnal Ekonomi Dan Hukum Islam, 4(1), 45–54. https://doi.org/10.35316/istidlal.v4i1.209

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free