Pengembangan Infrastruktur Air Baku Kota Balikpapan

  • Mersianty M
  • Mahfud M
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Krisis air baku di kota Balikpapan masih menjadi sumber permasalahan kota sampai saat ini. Kebutuhan air bersih masyarakat kota yang berjumlah ± 689.000 jiwa belum sepenuhnya terlayani, baru mencakup 82% dari jumlah penduduk. Selain permasalahan defisit air yang cenderung meningkat setiap tahunnya,  penurunan kualitas air akibat pencemaran serta tingkat kebocoran pada sistem suplai air baku juga masih tinggi.Beberapa alternatif pengembangan infrastruktur air baku yang dapat dipilih untuk mengatasi permasalahan krisis air baku di kota Balikpapan yaitu(1) dengan membangun embung, bendungan dan penampungan lainnya dengan total 830 lt/det, (2) pengambilan interkoneksi antar DAS antara lain  dari Bendungan Samboja di Kabupaten Kukar sedesar 100 lt/det dan dari Bendungan Sepaku Semoi di Kabupaten Penajam Paser Utara sebesar 1.500 lt/det sehingga total pengambilan yang dapat di suplai ke kota Balikpapan sebesar 1.600 lt/det. (3) Inovasi pengadaan sumber air baku dengan proses daur ulang ( Recycling ). Pengambilan keputusan terhadap alternatif yang dipilih harus melalui proses uji  kelayakan yang  memenuhi kriteria manfaat teknis dan lingkungan, manfaat sosial ekonomi dan manfaat finansial.

Cite

CITATION STYLE

APA

Mersianty, M., & Mahfud, M. (2017). Pengembangan Infrastruktur Air Baku Kota Balikpapan. JTT (Jurnal Teknologi Terpadu), 5(2), 151. https://doi.org/10.32487/jtt.v5i2.275

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free