Komunikasi Interpersonal Dalam Menjaga Kerukunan Beragama

  • Gandhi A
N/ACitations
Citations of this article
118Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal yang terjadi antara penganut agama Islam dan Kristen dalam menjaga kerukunan umat beragama, dan apa hambatan komunikasi interpersonal masyarakat Islam dan Kristen dalam menjaga kerukunan. Peneliti menggunakan teori fundamental internasional relationship orientation (FIRO). Teori ini ditemukan oleh William C. Schultz, tahun 1960 untuk menggambarkan hal dasar mengenai prilaku komunikasi interpersonal. Teori ini menjelaskan bagaimana seseorang memasuki kelompok karena adanya tiga kebutuhan interpersonal, yaitu: inclusion, control, dan affection. Penelitian ini menggunakan metode jenis penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi dan dokumentasi.Adapun hasil dari penelitian ini mengemukakan lima sikap positif yang perlu di pertimbangkan ketika seseorang merencanakan komunikasi interpersonal, lima sikap positif tersebut meliputi: Keterbukaan, Empati, Dukungan, Rasa Positif, dan kesetaraan/kesamaan. Dan tidak terlepas dari beberapa hambatan, Hambatan tersebut tidak disebabkan karna perbedaan agama, melainkan hambatan tersebut di sebabkan oleh Interaksi yang salah, dan Budaya/kultur yang masi sering salah faham,dari masing-masing masyarakat islam dan kristen.

Cite

CITATION STYLE

APA

Gandhi, A. M. (2020). Komunikasi Interpersonal Dalam Menjaga Kerukunan Beragama. Al-Hikmah Media Dakwah, Komunikasi, Sosial Dan Kebudayaan, 11(2), 54–61. https://doi.org/10.32505/hikmah.v11i2.2541

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free