Abstract
Latar belakang dan tujuan: Salah satu strategi yang diterapkan untuk meningkatkan cakupan penemuan kasus tuberkolosis (TB) dengan bakteri tahan asam positif (BTA+) di Kabupaten Gianyar adalah dengan melibatkan kader TB desa adat (pakraman) dan kader TB yang dibentuk oleh Program Pemberantasan Tuberkolosis Indonesia (PPTI) dengan tugas membantu petugas kesehatan untuk case finding penderita dengan suspek TB. Tujuan penelitian ini adalah untuk evaluasi pelaksanaan tugas kader TB desa pakraman dibandingkan dengan kader TB PPTI di Kabupaten Gianyar.Metode: Penelitian evaluasi ini dilakukan dengan mempergunakan data sekunder dan wawancara pada semua kader desa pakraman (29 orang) dan semua kader TB PPTI (88 orang). Data sekunder yang dikumpulkan adalah laporan kegiatan kader dan wawancara dilakukan untuk mengetahui identitas kader dan ajakan (supervisi) petugas pemegang program TB. Data dianalisis secara univariat, bivariat dan multivariat.Hasil: Hasil analisis menunjukan pelaksanaan tugas kader TB desa pakraman lebih baik dibandingkan kader TB PPTI dengan adjusted RP=6,1 (95%CI:3,3-11,2). Pelaksanaan tugas yang lebih baik pada kader TB desa pakraman terjadi pada keempat jenis tugas kader, yaitu membantu penyuluhan (adjusted RP=7,8; 95%CI: 4,2-14,2), menemukan suspek TB (adjusted RP=7,4; 95%CI: 1,7-33,1), mencari suspek TB mangkir periksa (adjusted RP=17,1; 95%CI: 1,8-166,4) dan mencari penderita TB mangkir berobat (adjusted RP=3,8 x 108 (95%CI: 1,6-8,9 x 108).Simpulan: Dalam penelitian evaluasi ini dijumpai bahwa kader TB desa pakraman melaksanakan tugas dengan lebih baik dibandingkan kader TB PPTI.Â
Cite
CITATION STYLE
Suputra, A. A. G., Putra, I. W. G. A. E., & Ani, L. S. (2015). Evaluasi Tugas Kader Tuberkolosis Desa Adat dan Kader Tuberkolosis Bukan Desa Adat di Wilayah Kabupaten Gianyar. Public Health and Preventive Medicine Archive, 3(1), 49–54. https://doi.org/10.15562/phpma.v3i1.87
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.