Abstract
Gardu traksi Stasiun Lebak Bulus dijaga suhu ruangan dan kebersihannya untuk mempertahankan umur pakai peralatannya. Baterai untuk suplai da ya sistem 110 VDC idealnya beroperasi pada suhu 20℃ untuk umur pakai 2 0 tahun karena setiap kenaikan 8℃ umurnya menjadi separuhnya. Suhu rua ngan pada tahun 2019-2020 berkisar antara 29.3- 34.6℃ sehingga umur op erasinya hanya 38% dari desainnya. Selain itu, terjadi beberapa kali k erusakan pada rectifier , pengisi daya baterai dan RTU ( remote termin al unit ) sepanjang 2019-2020 yang disebabkan oleh suhu ruangan yang t idak ideal dan berdebu. Untuk menjaga umur peralatan, diperlukan mesin pendingin udara dengan kapasitas sesuai dengan beban pendingin yang d iperlukan untuk suhu ruangan 20℃. Sehingga perlu dilakukan analisis be ban pendingin meliputi perhitungan beban pendingin dari luar melewati selubung bangunan dan perhitungan beban pendingin total. Metode analis is deskriptif digunakan dengan menghitung nilai OTTV ( Overall Thermal Transfer Value ) dan beban pendingin berdasarkan Standar SNI 6389-201 1 dan ASHRAE. Peralatan yang digunakan antara lain portable thermo-hyg rometer dan digital laser distance . Hasilnya, nilai OTTV dari ruang g ardu traksi sebesar 8,7 W/m2, sesuai dengan standar SNI 6389-2011 OTTV yaitu 35 W/m 2 . Kemudian total beban pendingin sebesar 269.318,22 B TU/h, sehingga dibutuhkan mesin pendingin udara dengan kapasitas 22,44 TR = 29,92 PK untuk mendinginkan ruang gardu traksi pada suhu 20℃.
Cite
CITATION STYLE
GUNAWAN, J., & BIANTORO, A. W. (2021). ANALISIS BEBAN PENDINGINAN RUANG GARDU TRAKSI STASIUN LEBAK BULUS BERDASARKAN STANDAR SNI 6389-2011 DAN ASHRAE. AME (Aplikasi Mekanika Dan Energi): Jurnal Ilmiah Teknik Mesin, 7(2), 80. https://doi.org/10.32832/ame.v7i2.4936
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.