Abstract
Tulisan mengurai kondisi danaMbojo(bima) pra Islam dalam tinjauan historis. Penelitian ini menggunakan metode sejarahdenganpendekatan historis, antropologi dan sosiologi. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian juga menggunaka studi kepustakaan (library research) melalui data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari BO’ Sangaji Kai, dokumen dan peninggalan lain yang otentik, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku-buku, jurnal, artikel, skripsi dan tesis. Adapun data yang telah diperoleh diolah dan dianalisissecara mendalam.Hasil penelitian menunjukan bahwadaerah Bima telah mengalami berbagai macam bentuk pemerintahan sebelum kehadiran Islam yang diantaranya adalah masa Naka, masa Ncuhi dan masa kerajaan. Pada kurun waktu yang begitu lama masyarakat diselimuti oleh kepercayaan Makakamba, Makakimbi dan agama Hindu. Pada masa Naka taraf kehidupan masyarakat masih primitif, berpindah-pindah dari satu tempat ketempat lain dan senantiasa hidup berkelompok. Setelah posisi Naka diganti oleh Ncuhi taraf kehidupan terjadi banyak perubahan sampai berdirinya kerajaan Bima. Daerah Bima dari dulu sampai sekarang memiliki dua nama yaitu Mbojodan Bima. Sebutan untuk Mbojosering dipergunakan ketika menyebutnya dalam bahasa lokal untuk masyarakat Bima itu sendiri. Sedangkan Bima merupakan nama bangsawan Jawa atau tokoh yang berasal dari luar yang mampu mendamaikan konflik internal Paran Ncuhi (kepala daerah) sehingga namanya diabadikan menjadi nama daera Bima. Dan dalam sejarahnya sebutan Mbojoitu merupakan panggilan Sang Bima untukisterinya (Bojonya) kemudian diabadikan menjadi nama daerah Mbojo.
Cite
CITATION STYLE
Hamzah, S., Sewang, A. M., & Syukur, S. (2017). KONDISI DANA MBOJO (BIMA) PRA ISLAM DALAM TINJAUAN HISTORIS. Jurnal Diskursus Islam, 5(1), 16–29. https://doi.org/10.24252/jdi.v5i1.7294
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.