PERILAKU KOMUNIKASI DAN MAKNA SAMAWA PADA PASANGAN MENIKAH MELALUI TA’ARUF

  • Hapsa K
  • Wahyudin U
  • Zein D
N/ACitations
Citations of this article
70Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui motif, pengalaman dan perilaku komunikasi, serta makna sakinah, mawaddah, warahmah pada pasangan yang menikah melalui proses ta’aruf. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat empat hal yang menjadi motif seseorang menikah melalui ta’aruf. (1) Pengaruh lingkungan sekitar, (2) tidak ingin terkena dampak buruk berpacaran, (3) ingin memperoleh kebaikan, (4) ingin mendapatkan keberkahan pernikahan. Sebelum menikah, komunikasi antara laki-laki dan perempuan yang berta’aruf didampingi oleh mediator. Setelah menikah, komunikasi dilakukan untuk menghidupkan suasana dalam rumah tangga serta untuk mengatasi konflik. Sakinah dimaknai sebagai ketenangan yang muncul dari rasa saling percaya, saling mengingatkan, saat berkumpul dengan keluarga dan kondisi dimana keimanan meningkat. Mawaddah diartikan sebagai bentuk pembuktian, usaha memberikan yang terbaik, perasaan yang hanya diberikan untuk Allah, pengorbanan, serta kebersamaan. Sedangkan warahmah dimaknai sebagai upaya menjauhkan keluarga dari neraka, bentuk perhatian, rasa nyaman, serta mau menerima apa adanya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hapsa, K. P., Wahyudin, U., & Zein, D. (2019). PERILAKU KOMUNIKASI DAN MAKNA SAMAWA PADA PASANGAN MENIKAH MELALUI TA’ARUF. Jurnal Riset Komunikasi, 2(1), 1–12. https://doi.org/10.24329/jurkom.v2i1.48

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free