Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari Pekan Baru

  • Misrawati
  • Lestari W
  • Wahyuni S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Stunting terjadi mulai dari dalam kandungan dan baru terlihat saat anak berusia dua tahun. Adanya kejadian stunting terhadap perkembangan otak sangat merugikan performance anak. Hal ini disebabkan karena 80-90% jumlah sel otak terbentuk semenjak masa dalam kandungan sampai usia 2 tahun.. Anak yang mengalami stunting  akan memiliki tingkat kecerdasan tidak maksimal, menjadikan anak rentan terhadap penyakit dan di masa depan dapat berisiko pada menurunnya tingkat produktivitas. Pada akhirnya secara luas stunting  akan dapat menghambat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kemiskinan, dan memperlebar ketimpangan.  Dengan adanya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan menggunakan media leaflet dan booklet ini maka dapat sedini mungkin untuk melakukan pencegahan terjadinya stunting di tengah-tengah masyarakat wilayah kerja Puskesmas Umban Sari. Hasilnya didapatkan bahwa pengetahuan masyarakat sasaran meningkat setelah diberikan edukasi dan penyuluhan terkait stunting, dibuktikan dari nilai hasil post-test (91/100) yang mengalami peningkatan dari nilai hasil pre-test (69/100).

Cite

CITATION STYLE

APA

Misrawati, Lestari, W., Wahyuni, S., Predy, Pratiwi, L., Oktavia, A., … Syafna, H. (2022). Peningkatan Pengetahuan Masyarakat dalam Upaya Pencegahan Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Umban Sari Pekan Baru. Indonesian Red Crescent Humanitarian Journal, 1(2), 67–73. https://doi.org/10.56744/irchum.v1i2.22

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free