ADAPTASI PATROL BEKOH KERRENG RAMPAK PANDHALUNGAN DALAM AKTIVITAS MASYARAKAT JEMBER

  • Permadi R
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pandhalungan adalah istilah untuk menyebut kebudayaan hasil akulturasi antara budaya Jawa Timuran (Surabaya), sebagian Banyuwangi dan budaya Madura. Akulturasi ini terjadi karena persebaran buruh tani dan buruh perkebunan pada masa kolonial belanda serta sejarah dari Tjakcraningratan Bangkalan yang kemudian membentuk suatu komunitas yang tersebar di Pesisir Selatan Jawa Timur bagian timur (Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Situbondo, Bondowoso, Jember dan sebagian Banyuwangi). Kabupaten Jember banyak terdapat grup patrol yang berdiri sampai saat ini, salah satunya adalah grup patrol Bekoh Kerreng Rampak Pandhalungan yang bermarkas di Desa Gebang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur. Kelompok patrol ini melakukan inovasi mengenai musik yang mereka bawakan dengan landasan sebagai masyarakat Pandhalungan dan musik patrol yang mereka sebut Rampak Pandhalungan. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metodekualitatif serta dibantu metode lain seperti, pendekatan etnomusikologi dan sosiologi untuk menganalisis dan membuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Patrol Bekoh Kerreng mempunyai fungsi sebagai ungkapan ekspresi dan integrasi budaya

Cite

CITATION STYLE

APA

Permadi, R. K. (2020). ADAPTASI PATROL BEKOH KERRENG RAMPAK PANDHALUNGAN DALAM AKTIVITAS MASYARAKAT JEMBER. SELONDING, 15(2), 98–110. https://doi.org/10.24821/sl.v15i2.3929

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free