Abstract
Kelapa merupakan salah satu komoditi yang cukup penting bagi kebutuhan pangan di Indonesia khususnya untuk masakan berbahan baku santan dan kelapa parut. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan biaya pengiriman kelapa pada tingkatan pedagang grosir kelapa dengan nama pemilik Pak Yayan di daerah Bandung Raya. Kelapa dipasok dari 3 daerah yaitu Tasikmalaya, Lampung dan Riau. Dari ketiga daerah tersebut kelapa akan disimpan di 3 gudang yaitu Karapitan, Ciganitri dan Cikoneng. Dari ketiga gudang tersebut kelapa akan didistribusikan ke 3 pasar di Bandung yaitu Pasar Cijerah, Pasar Buah Batu dan Pasar Baleendah. Pengiriman kelapa menggunakan alat transportasi darat berupa mobil pick up. Biaya pengiriman dihitung berdasarkan jumlah per butir kelapa yang akan dikirim ke pasar. Untuk mengoptimasi biaya pengiriman ke 3 pasar di Bandung digunakan model transportasi Northwest Corner (NWC). Langkah awal untuk menyelesaikan biaya transportasi pengiriman yang optimum dengan membentuk biaya pengiriman dari gudang ke pasar, jumlah kelapa yang disimpan di gudang dan permintaan kelapa pada tiap pasar kedalam model transportasi. Hasil perhitungan langsung biaya transportasi pengiriman kelapa dari 3 gudang ke 3 pasar dengan model Northwest Corner adalah sebesar Rp 167.500. Selanjutnya mencari hasil paling optimal dengan menggunakan metode Stepping Stone yang dapat memberikan solusi optimal biaya transportasi pengiriman kelapa menjadi sebesar Rp 147.500 Sehingga dengan mencari hasil paling optimal dengan menggunakan metode Stepping Stone dapat menghemat biaya transportasi pengiriman kelapa dari gudang ke pasar sebesar Rp 20.000
Cite
CITATION STYLE
Septiana, M. A., Hidayattulloh, R., Machmudin, J., & Anggraeni, N. F. (2020). OPTIMASI BIAYA PENGIRIMAN KELAPA MENGGUNAKAN MODEL TRANSPORTASI METODE STEPPING STONE. JURNAL REKAYASA SISTEM INDUSTRI, 5(2), 111–115. https://doi.org/10.33884/jrsi.v5i2.1909
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.