Abstract
The Covid-19 pandemic has affected all aspects of life, including the implementation of teaching and learning process at school, from kindergarten up to university. All of the teaching and learning process must be carried out via online to avoid contact with many people, so that it can reduce the spread of the virus. The condition has an impact on the implementation of Rural Community Service (Kuliah Kerja Nyata/KKN) at University of Nusantara PGRI Kediri. The students can carry out the activity in the area where they live. Realizing the fact, the Community Service team adopted the program from the local government of Central Java Province, namely Jogo Tonggo. It is a program, which involves the society to be more aware and care to their neighbors, who have problems dealing with Covid-19. The idea was adopted by the team to share knowledge and experiences with children in the area where the English department student carried out the KKN. The activity was carried out at Tulungrejo Village, Pare District, Kediri. The children in the area, who missed the offline learning, were invited to join the program once a week. They were not only introduced the importance of health protocols, but also played and learned English and other subjects from their school with the student’s guidance. The purpose of the activity is to motivate them to stay enthusiastic about learning, and to reduce their activity of using too much gadget. The output of the program was the compilation of an manual to carry out English activities for children.Pandemi Covid-19 berpengaruh pada seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah, mulai dari TK sampai Perguruan Tinggi. Semua pembelajaran harus dilaksanakan secara daring guna menghindari terjadinya kontak dengan banyak orang sehingga dapat menekan laju penyebaran virus. Kondisi itu berdampak pada pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Mahasiswa melaksanakan kegiatan KKN di daerah di mana mereka tinggal, yang kegiatan berpusat pada sosialisai protokol kesehatan untuk masyarakat. Tim PKM terinspirasi salah satu program Pemprov Jawa Tengah, yaitu Jogo Tonggo, untuk menanggulangi masalah yang disebabkan oleh Covid-19. Program ini mengajak masyarakat untuk sadar berbagi kepada tetangga yang terdampak pandemi ini. Ide ini diadopsi Tim PKM untuk berbagi ilmu dan pengalaman terutama pada anak-anak di daerah mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris melaksanakan PKM, Desa Tulung Rejo, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri. Anak-anak di daerah tersebut sangat merindukan kegiatan pembelajaran tatap muka. Oleh karena itu, Tim PKM membuat program belajar bersama setiap hari Sabtu selama KKN dilaksanakan. Mereka diperkenalkan dan selalu diingatkan pentingnya protokol kesehatan, belajar Bahasa Inggris, dan belajar mata pelajaran sekolah lainnya. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan motivasi pada anak-anak agar tetap bersemangat belajar, dan mengalihkan kegiatan mereka yang didominasi oleh kegiatan menggunakan gadget. Luaran PKM ini adalah tersusunnya model manual kegiatan belajan Bahasa Inggris untuk anak-anak.
Cite
CITATION STYLE
Nurhajati, D., Kencanawati, D., Susanti, Y., & Putri, O. A. (2021). Jogo Tonggo, Model Pendampingan Belajar dan Bermain Bahasa Inggris pada Anak-Anak Selama Pendemi Di Pare, Kediri. Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara, 5(2), 314–324. https://doi.org/10.29407/ja.v5i2.16147
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.