Abstract
Reintegrasi perempuan purna-migran di Indonesia memiliki tantangan yang kompleks dimana terdapat kebijakan-kebijakan dari pemerintah yang masih bersifat ekonomi-sentris. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana peran dari organisasi sosial-kemanusiaan Beranda Migran dalam menjalankan program-programnya dalam ranah reintegrasi purna-migran perempuan di Indonesia menggunakan pendekatan feminisme institusional. Analisis diolah menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dengan Beranda Migran dan library research artikel jurnal dan laporan terkait. Penelitian ini menemukan bahwa perarturan BPPMI No.6 Tahun 2023 mencerminkan bias makulin yang dalam hal ini mengabaikan kompleksitas permasalahan perempuan purna-migran. Permasalahan-permasalahan yang hadir seperti stigma sosial, keretakan hubungan keluarga, trauma psikologis, dan tidak diakuinya sertifikasi keterampilan para purna migran. Respon Beranda Migran dalam hal ini melalui pendekatan grassroot yang partisipatif, memfasilitasi pembentukan KOPPMI, serta mendekonstruksi branding dari “Pahlawan Devisa” yang mana melanggengkan komodifaksi pekerja migran. Reintegrasi yang berhasil memerlukan pendekatan holistik dengan pertimbangan gender melalui civil society berbasis purna-migran sebagai alternatif keterbatasan pendekatan dari institusi pemerintah yang bias gender.
Cite
CITATION STYLE
Mubin, S., Abdullah, M. A. A., & Jiwa, Z. A. P. (2025). Reintegrasi Purna-Migran: Analisis Peran Beranda Migran melalui Pendekatan Feminisme Institusional. Sospol, 11(3), 122–139. https://doi.org/10.22219/jurnalsospol.v11i3.41266
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.