Abstract
Ketika Rasulullah SAW. membangun masjid, baik untuk yang pertama di Quba' maupun di Madinah, tidak hanya dimaksudkan untuk sarana beribadah kepada Allah SWT semata. Lebih dari itu masjid juga digunakan sebagai sarana mencerdaskan umat, sebagai sarana berkomunikasi antara umat dan sekaligus sebagai pusat kegiatan umat secara positif dan produktif. Kondisi ini kemudian juga dilestarikan oleh para penggantinya (khulafa' al-Rasyidun). Namun seiring dengan berlalunya zaman, masjid mulai ditinggalkan umatnya, kecuali hanya untuk beribadah semata. Masjid hanya dijadikan tempat untuk melaksanakan shalat, pengajian dan kegiatan-kegiatan keagamaan saja. Dengan itu pengelolaan masjid perlu penanganan khusus. Apalagi kondisi Masjid di Klaten perlu perhatian dalam rencana penguatan dakwah disegala aspekbaik pemberdayaan umat dan ekonomi.
Cite
CITATION STYLE
Amar, F. (2021). Pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasis Masjid. SYUKUR (Jurnal Inovasi Sosial Dan Pengabdian Masyarakat), 2(2), 156–161. https://doi.org/10.22236/syukur_vol2/is2pp56-161
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.