KATA ARKAIS DAN HILANGNYA IDENTITAS BUDAYA KURAI

  • Arwemi A
  • Elmizan G
  • Yazan S
N/ACitations
Citations of this article
8Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan melakukan identifikasi kata arkais dalam bahasa Kurai Bukittinggi melalui pemeriksaan kosa kata dari “Kamus Bahasa Kurai” terhadap penutur Bahasa Kurai Bukittinggi tahun 2023. Informan penelitian adalah anggota masyarakat lintas generasi yang berdomisili di Kota Bukittinggi dan sekitarnya, dan anggota masyarakat perantauan yang berasal dari Bukittinggi dan sekitarnya, mahasiswa dan keluarga asal Kurai yang berdomisili di berbagai kota di Indonesia. Pengumpulan data melalui korespondensi (chatting), penggunaan google form, wawancara, dan focus group discussion. Ditemukan penurunan pengetahuan informan dan penurunan drastis penggunaan kosa kata Bahasa Kurai dalam pembicaraan sehari-hari. Penurunan itu ditemukan pada tiga generasi: generasi kelahiran 1950-an, Generasi X dan Generasi Z, masyarakat asli Bukittinggi, meskipun mereka masih menggunakan Bahasa Minangkabau sebagai bahasa pertama (bahasa Ibu dan bahasa sehari-hari). Penurunan pengetahuan dan penggunaan Bahasa Kurai secara signifikan memperlihatkan bahwa bahasa tersebut sudah sampai pada titik kepunahan. Hal ini berarti hilangnya satu bagian identitas budaya Kurai.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arwemi, A., Elmizan, G. H., & Yazan, S. (2023). KATA ARKAIS DAN HILANGNYA IDENTITAS BUDAYA KURAI. Prosiding Konferensi Linguistik Tahunan Atma Jaya (KOLITA), 21(21), 39–44. https://doi.org/10.25170/kolita.21.4831

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free