MANAJEMEN RUANG NELAYAN DI DUSUN WAEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU

  • Botanri A
  • Wahyuhana R
N/ACitations
Citations of this article
11Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dusun Wael merupakan salah satu dusun nelayan yang terdapat di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, bisa dilihat dari lokasi yang berada di wilayah pesisir dan juga perahu milik masyarakat yang dimanfaatkan untuk aktifitas melaut. Selain berprofesi sebagai nelayan, masyarakat juga berprofesi sebagai petani sehingga terjadilah manajemen ruang disesuaikan dengan musimnya. Terjadinya pemanfaatan ruang yang berbeda, karena Dusun Wael memiliki potensi laut dan darat yang sangat bermanfaat bagi penghidupan masyarakat di Dusun tersebut, bahkan terhadap masyarakat daerah-daerah disekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan manajemen pemanfaatan ruang laut dan darat di Dusun Wael. Penelitian ini menggunakan metode induktif-kualitatif dan dianalisis secara deskriptif. Unit analisinya berupa ruang, kegiatan dan pelaku yang ada di Dusun Wael. Pembahasan dari penelitian ini mendeskripsikan masing-masing potensi di darat berupa kebun kelapa, kebun singkong, kebun cengkeh dan daun minyak kayu putih, sedangkan potensi di laut berupa rumput laut, kepiting bakau dan keramba. Masyarakat melakukan manajemen ruang sesuai dengan musimnya, ketika musim barat, masyarakat memanfaatkan potensi darat karena berbahaya, cuaca buruk, gelombang dan angin kencang, dan ketika musim timur mereka akan memanfaatkan potensi lautnya. Nelayan di daerah lain di Indonesia akan kesusahan ketika cuaca buruk, namun berbeda dengan masyarakat di Dusun Wael.Wael is one of the fisherman’s villages located in West Seram, Maluku. It can be seen from the coastal area and also the boats owned by the villagers that are used for activities in the sea. Besides as fishermen, the villagers also work as a farmer so that there is an area management according to the season. The different space utilization are caused by Wael village which has a very potential sea and land to the livelihood of the villagers, and also for the surroundings. This study aimed to explain the space management utilization of sea and land in Wael village. This research used an inductive-qualitative method and analyzed descriptively. The analytical unit was in the form of the space, activities and people in Wael village. This study discusses each land potential in coconut plantations, cassava gardens, clove plantations, and eucalyptus oil leaves, and also the sea potential such as seaweeds, mangrove crabs and keramba. The villagersutilizesthe space management according to the season. Because of dangerous, bad weather, waves and strong winds, people utilizes the potential of land in a rainy season. On the other hand, they utilizes the potential of the sea in a dry season. Fishermen in other areas of Indonesia distresses when the weather was bad, but it does not work for Wael’s villagers.

Cite

CITATION STYLE

APA

Botanri, A. A. A., & Wahyuhana, R. T. (2018). MANAJEMEN RUANG NELAYAN DI DUSUN WAEL KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT PROVINSI MALUKU. Jurnal Planologi Unpas, 5(1), 875–884. https://doi.org/10.23969/planologi.v5i1.924

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free