PERKEMBANGAN SAINS DALAM SEJARAH PERADABAN ISLAM

  • Cecep Hidayat
N/ACitations
Citations of this article
229Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dinasti Abbasiyah, yang mencapai puncaknya di bawah kepemimpinan Khalifah Harun al-Rashid, memainkan peran krusial dalam kemajuan ilmu pengetahuan, sastra, seni, dan filsafat dalam sejarah peradaban Islam. Dinasti ini dikenal sebagai pusat kegiatan intelektual yang sibuk, terutama dengan pendirian Bait al-Hikmah (Rumah Kebijaksanaan) di Baghdad, yang menjadi tempat penting untuk pembelajaran dan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-analisis untuk mengeksplorasi kontribusi Dinasti Abbasiyah dalam kemajuan ilmiah dan budaya. Metode yang diterapkan mencakup kajian literatur historis dan analisis karya-karya yang dihasilkan selama era Abbasiyah, dengan fokus pada penerjemahan karya klasik dan produksi karya ilmiah dalam matematika, astronomi, kedokteran, dan filsafat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinasti Abbasiyah, di bawah kepemimpinan Harun al-Rashid, mencapai puncak kejayaannya dengan mendirikan Bait al-Hikmah sebagai pusat pembelajaran. Para sarjana Abbasiyah menerjemahkan karya-karya klasik dari Yunani, Persia, dan India, serta menciptakan kontribusi ilmiah dan budaya yang signifikan. Meskipun periode keemasan Abbasiyah tidak bertahan selamanya dan mengalami penurunan, warisan intelektual dan budayanya tetap berpengaruh besar dalam sejarah peradaban Islam dan terus menginspirasi hingga saat ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Cecep Hidayat. (2024). PERKEMBANGAN SAINS DALAM SEJARAH PERADABAN ISLAM. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam Dan Budaya, 4(02), 1–8. https://doi.org/10.57210/cdx32r73

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free