MAJOR DEPRESSIVE DISORDER PADA LANSIA (DIBAHAS DENGAN SUDUT PANDANG PSIKOLOGI)

  • Afdaliza A
N/ACitations
Citations of this article
60Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Seiring dengan meningkatnya harapan hidup pada lansia, meningkat pula jumlah penyakit yang ada, salah satunya penyakit mental kronis, yaitu depresi. Depresi bukanlah bagian yang normal dari proses penuaan, namun merupakan masalah yang umum yang terjadi pada lansia. Mereka akan menghadapi banyak duka cita karena kehilangan seseorang yang dicintai atau orang terdekat, menghadapi masa pensiun, kehilangan pekerjaan, perubahan kedudukan, prestise, dan menurunnya kondisi fisik maupun mental. Semua perubahan tersebut sering menimbulkan depresi. Sayangnya, depresi merupakan gangguan yang “bisu”, sehingga sulit untuk mendeteksi atau mendiagnosis depresi pada lansia. Banyak lansia dan keluarganya salah meyakini bahwa mereka tidak dapat berbuat apapun terhadap masalah mental dan perilaku, namun jika dilakukan diagnosa, pencegahan, dan treatment yang tepat terhadap depresi, maka lansia bisa hidup lebih lama dan lebih aktif. Terapi yang sering digunakan adalah psikoterapi singkat (sekitar empat bulan) berupa CBT, intervensi obat, dan kombinasi keduanya. Kata Kunci:   Major Depressive Disorder, Lansia, Psikologi

Cite

CITATION STYLE

APA

Afdaliza, A. (2020). MAJOR DEPRESSIVE DISORDER PADA LANSIA (DIBAHAS DENGAN SUDUT PANDANG PSIKOLOGI). PSIKOLOGI KONSELING, 17(2), 678. https://doi.org/10.24114/konseling.v17i2.22070

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free