Abstract
Pasien yang mengalami nyeri akut, pengobatan untuk kecemasan sangat dibutuhkan, karena kecemasan sering meningkatkan persepsi rasa sakit, namun rasa sakit juga bisa menimbulkan rasa cemas. Kecemasan bisa menekan sistem kekebalan tubuh dan menyebabkan gangguan penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas terapi murottal terhadap penurunan kecemasan post operasi open reduction and internal fixation (ORIF) pada pasien fraktur. Terapi yang digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah memperdengarkan terapi murottal menggunakan Mp3 selama 15 menit tiap sesi, dan diberikan sebanyak 2 sesi dalam 2 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimental pre-post test. Pasien fraktur ekstremitas yang dijadwalkan dilakukan operasi ORIF, secara acak dialokasikan ke dalam dua kelompok dengan menggunakan bilangan acak yang dihasilkan komputer. Pengumpulan data menggunakan VASA (skala analog visual untuk kecemasan). Analisis data menggunakan uji mixed repeated ANOVA. Dari tabel uji multivariat didapatkan p-value = <0,001 (p <0,05), artinya ada perbedaan skor kecemasan antara kelompok murrotal dan kelompok kontrol. Berdasarkan uji dependent T- test, diketahui bahwa skor kecemasan pada pre-test dan post-test <0,001 (p <0,05), artinya setelah terapi murottal pada hari pertama dan kedua penelitian, skor kecemasan posttest menurun secara signifikan
Cite
CITATION STYLE
Faradisi, F., & Aktifah, N. (2018). PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUROTTAL TERHADAP PENURUNAN KECEMASAN POST OPERASI. Profesi (Profesional Islam) : Media Publikasi Penelitian, 15(2), 6. https://doi.org/10.26576/profesi.244
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.