Penerapan Parent-Child Interaction Therapy (PCIT) untuk Menangani Masalah Perilaku Disruptive pada Anak Usia Prasekolah

  • Paramita A
  • Hadis F
  • Hartiani F
N/ACitations
Citations of this article
40Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perilaku disruptive merupakan suatu istilah yang memayungi serangkaian perilaku seperti temper tantrum, menangis dan mengeluh yang berlebihan, terus menerus menuntut perhatian, tidak patuh, melawan, agresif terhadap diri sendiri atau orang lain, mencuri, berbohong, merusak barang-barang, serta tindak kekerasan (Schroeder & Gordon, 2002). Tujuan penelitian ini adalah untuk memaparkan sebuah studi kasus mengenai penerapan Parent-Child Interaction Therapy (PCIT) kepada anak usia 3 tahun yang melawan dan menunjukkan perilaku disruptive. Setelah mengikuti 10 sesi PCIT dalam dua bulan, F menunjukkan penurunan perilaku bermasalah yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan di akhir sesi anak berhasil menunjukkan penurunan perilaku disruptive dan peningkatan kepatuhan terhadap ibu. Di sisi lain, keterampilan ibu dalam memberikan perhatian positif kepada anak, memberikan perintah yang efektif, serta memberikan konsekuensi yang tepat atas sikap anak juga mengalami peningkatan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Paramita, A. D., Hadis, F. A., & Hartiani, F. (2019). Penerapan Parent-Child Interaction Therapy (PCIT) untuk Menangani Masalah Perilaku Disruptive pada Anak Usia Prasekolah. Jurnal Ilmiah Psikologi MIND SET, 10(01), 45–54. https://doi.org/10.35814/mindset.v10i01.738

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free