Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menurut perspektif Ismail Raji al-Faruqi, dengan fokus pada prinsip-prinsip fundamental yang dikemukakan dalam upayanya untuk menerapkan Islamisasi dalam berbagai disiplin ilmu. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif-analitis, penelitian ini menganalisis data primer yang diperoleh dari karya-karya utama al-Faruqi dan data sekunder dari literatur akademis yang relevan. Al-Faruqi, seorang intelektual Muslim yang berpengaruh, mengembangkan konsep Islamisasi ilmu pengetahuan sebagai respons terhadap dominasi epistemologi Barat yang sekuler dan reduksionis, yang dianggapnya telah memisahkan dimensi spiritual dan etika dari eksplorasi ilmiah. Dalam pandangan al-Faruqi, tauhid (keesaan Tuhan) harus menjadi landasan epistemologis bagi semua bentuk pengetahuan, menciptakan pengetahuan yang holistik dan selaras dengan nilai-nilai Islam. Lima kesatuan yang terdiri dari Tuhan, ciptaan, kebenaran dan pengetahuan, kehidupan, serta kemanusiaan menjadi kerangka utama dalam Islamisasi ilmu pengetahuan. Meskipun konsep ini ambisius, tidak lepas dari kritik dan tantangan, terutama dari Ziauddin Sardar, yang mengkhawatirkan risiko "westernisasi" dan kesulitan dalam membangun epistemologi Islam yang independen dari Barat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun terdapat tantangan, konsep Islamisasi ilmu pengetahuan menawarkan paradigma alternatif yang signifikan untuk merevitalisasi tradisi intelektual Islam dan merespons tantangan epistemologis kontemporer
Cite
CITATION STYLE
Syaefudin, A., Julkifli Ali, & Erwina. (2024). Konsep Islamisasi Ilmu Pengetahun Prespektif Ismail Raji al-Faruqi. Muqaddimah: Jurnal Studi Islam, 15(5), 32–46. https://doi.org/10.71247/dybe3681
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.