Abstract
Persaingan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk dengan kualitas tinggi dan tingkat reject yang rendah. PT. XYZ sebagai perusahaan yang bergerak di bidang penempaan menghadapi tantangan berupa tingginya tingkat penolakan produk pada komponen Under Bracket HK2SO. Produk reject tidak hanya menimbulkan kerugian finansial akibat meningkatnya biaya produksi, tetapi juga dapat menurunkan kepercayaan pelanggan serta mengganggu kelancaran rantai pasok. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan proses produksi dan memberikan usulan perbaikan melalui penerapan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). FMEA digunakan sebagai alat analisis sistematis untuk menemukan mode kegagalan dengan identifikasi potensi kegagalan ( failure mode ) pada proses produksi, menganalisis dampak yang ditimbulkan ( efek ), serta menilai prioritas risiko berdasarkan nilai Risk Priority Number . Melalui penilaian terhadap parameter Severity (S) , Occurrence (O) , dan Detection (D) , diperoleh tiga jenis reject dominan yang menjadi prioritas, yaitu dent , underfill , dan trimming . Hasil analisis menunjukkan bahwa reject penyok memiliki nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi sebesar 320, diikuti oleh trimming dan underfill dengan nilai masing-masing 240. Faktor penyebab utama meliputi kesalahan penanganan material, kondisi peralatan yang aus, serta ketidaktepatan posisi produk pada cetakan . Implementasi tindakan tersebut diharapkan mampu menurunkan tingkat reject , meningkatkan stabilitas proses produksi, dan memperkuat sistem pengendalian kualitas pada produk Under Bracket HK2SO .
Cite
CITATION STYLE
Oktaviani, R., Putri, D., & Suastiyanti, D. (2025). Penerapan Metode FMEA Dalam Meminimalkan Produk Reject Under Bracket HK2SO Di PT XYZ. Jurnal Sains Dan Aplikasi Keilmuan Teknik Industri (SAKTI), 5(02), 73–82. https://doi.org/10.33479/sakti.v5i02.190
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.