Abstract
Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, dan berdampak salah satunya bagi aktivitas sistem pembayaran. Sistem aplikasi PayLater, berkembang sebagai salah satu metode pembayaran dana talangan dari perusahaan. Dua perusahaan besar, Traveloka dan GoJek menawarkan sistem bayar nanti yang terkait dengan aplikasi mereka. Namun demikian hal yang sama ditawarkan oleh OVO untuk perusahaan yang bekerjasama dengannya. Ketika terjadi pandemi tersebut, apakah akan merubah minat dan penggunaan aplikasi PayLater tersebut? Penelitian ini mencari faktor-faktor yang mempengaruhi minat dan penggunaan PayLater pekerja urban di DKI Jakarta. Berdasarkan Unified Theory Acceptance and Use of Technology generasi kedua (UTAUT2) sebagai landasan teori untuk mencari faktor-faktor tersebut dengan menggunakan PLS-SEM. Analisis Multi-Grup ditambahkan untuk melihat adanya perbedaan dari segi transaksi, jender, tipe generasi, masa pandemi. Terdapat 1201 pekerja kota di survey di Provinsi DKI. Kontribusi penelitian dari sisi analisis multi group, dan berimplikasi praktis bagi perusahaan Traveloka, GoJek dan OVO. Penelitian ini masih bisa dikembangkan dengan mempertimbangkan terjadinya switching behavior pekerja urban ketika muncul fintech baru dari sisi biaya, manfaat, dan waktu tenor. Hal kedua yang belum dilakukan di dalam penelitian ini adalah menggunakan data panel, dimana responden yang sama diamati pada periode sebelum, selama dan sesudah masa.
Cite
CITATION STYLE
Adirinekso, G. P. (2021). Minat dan Penggunaan Fintech PayLater Pekerja Urban Pelanggan Traveloka dan GoJek Sebelum dan Selama Pandemi Covid 19 di DKI Jakarta. Journal of Management and Business Review, 18(2), 327–342. https://doi.org/10.34149/jmbr.v18i2.283
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.