FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERPIKIR KRITIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: KESISTEMAN, TRADISI, BUDAYA

  • Arif Musthofa M
  • Ali H
N/ACitations
Citations of this article
528Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendidikan Islam memiliki tujuan mulia yaitu mewujudkan manusia yang senantiasa berpedoman pada kaidah islam, namun hal tersebut wajib didampingi secara sistematis dengan upaya berpikir kritis terhadap pelaksanaan pendidikan Islam agar semua yang dilakukan tetap dalam koridor agama islam dan tidak hanya menjadi ritual keagamaan. secara  tidak langsung pendidikan islam harus direncanakan sedemikian rupa agar pendidikan  memiliki sebuah pola interdisipliner yang seimbang sehingga mampu mewujudkan masyarakat yang berkesadaran religius dan mengutamakan rasa hormat pada tradisi dan budaya yang disertai sikap ilmiah. Oleh karena itu pendidikan islam diharapkan dapat berperan secara integrative dalam konteks sosio-kultural di masa yang senantiasa menunjukkan perkembangan, selaras dengan sofistifikasi budaya dan peradaban umat manusia dalam situasi tersebut, pendidikan islam di indonesia perlu  ditempatkan  sebagai open system yang sanggup melakukan dialog kultural dengan perkembangan. Tulisan ini menganalisa faktor yang mempengaruhi cara berpikir kritis dengan studi kepustakaan pada kesisteman, tradisi, serta budaya pendidikan Islam di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Arif Musthofa, M., & Ali, H. (2021). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BERPIKIR KRITIS DALAM PENDIDIKAN ISLAM DI INDONESIA: KESISTEMAN, TRADISI, BUDAYA. Jurnal Ilmu Manajemen Terapan, 3(1), 1–19. https://doi.org/10.31933/jimt.v3i1.666

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free