Abstract
Bentuk leksikon alam dalam lagu daerah Madura berjudul “Tanduk Majheng” mencerminkan identitas budaya masyarakatnya. Lagu tersebut memuat pemikiran dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan secara turun-temurun. Penggunaan leksikon alam dalam lagu tersebut bukan hanya sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media bagi masyarakat Madura untuk menyampaikan ide, nasihat, dan pandangan hidup mereka. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan bentuk leksikon alam yang digunakan dalam lagu daerah Madura berjudul “Tanduk Majheng”, serta hubungan yang terkandung dalam lagu “Tanduk Majheng” sebagai identitas budaya masyarakat Madura. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan ialah lagu daerah Madura yang berjudul “Tanduk Majheng”, sedangkan datanya diambil dari bentuk leksikon yang berkaitan dengan alam sebagai bentuk kajian ekolinguistik. Hasil penelitian ditemukan tiga bentuk leksikon alam ialah 1) majhengan (pencari ikan), 2) abental ombek (berbantal ombak), 3) asapok angen (berselimut angin). Identitas budaya masyarakat Madura pada lagu Tanduk Majheng terletak pada bentuk leksikon alam yang menyebutkan bahwa kebiasaan masyarakat yang hidup di pesisir dengan mata pencaharian di laut. Leksikon alam tersebut mengandung nilai-nilai seperti kerja keras, kemandirian, dan pemahaman mendalam terhadap lingkungan laut.
Cite
CITATION STYLE
Bahruddin, B., Irwiadi, I., Basuki, I. A., & Martutik, M. (2024). Leksikon Alam dalam Lagu Daerah Tanduk Majheng sebagai Pembentukan Identitas Budaya Masyarakat Madura: Analisis Ekolinguistik. GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, 170–183. https://doi.org/10.19105/ghancaran.vi.17196
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.