ANALISIS FRAUD HEXAGON TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT (Studi Empiris Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2022)

  • Wardhana G
  • Indriati L
  • Rahayu M
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Kecurangan pada laporan keuangan terjadi ketika individu dengan sengaja memanipulasiatau memberikan informasi palsu untuk keuntungan pribadi atau merugikan pihak lain. Penelitianini bertujuan menganalisis pengaruh fraud hexagon theory, yang meliputi stabilitas keuangan,tekanan eksternal, target keuangan, perusahaan milik negara, ketidakefektifan pengawasan, danjumlah foto CEO terhadap kecurangan laporan keuangan. Data yang digunakan berasal dari laporantahunan 30 perusahaan properti dan real estat yang terdaftar di BEI periode 2019-2022, dengan total120 observasi. Analisis dilakukan menggunakan Regresi Logistik dengan bantuan software Eviews12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakefektifan pengawasan berpengaruh positif terhadapkecurangan laporan keuangan, sedangkan stabilitas keuangan, tekanan eksternal, target keuangan,perusahaan milik negara, dan jumlah foto CEO tidak berpengaruh. Studi ini menyarankanperusahaan untuk meningkatkan kontrol dalam mengatasi kecurangan laporan keuanganberdasarkan fraud hexagon theory.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wardhana, G. A., Indriati, L., Rahayu, M., & Fernando, V. (2024). ANALISIS FRAUD HEXAGON TERHADAP FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT (Studi Empiris Pada Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2019-2022). IKRAITH-EKONOMIKA, 8(1), 171–181. https://doi.org/10.37817/ikraith-ekonomika.v8i1.4290

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free