Persepsi Kelompok Syahadatain terhadap Nilai-nilai Toleransi di Banyumas

  • Rohman A
N/ACitations
Citations of this article
28Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Islam sebagai agama yang membawa rahmat sering tereduksi oleh  dominannya penafsiran doktrin syari’ah oleh masing-masing kelompok keagamaan. Hanya karena mereka tidak  saling komunikasi dan saling silaturahmi, maka bila ada persoalan, sulit dicari jalan solusinya. Oleh karena  itu ketika diajukan ide untuk membentuk forum silaturahmi intelektual dan  sosial,  ecara umum mereka menyetujuinya.   Dalam pengembangan nilai-nilai toleransi, kelompok aliran Syahadatain sangat toleran, baik dalam melakukan ibadah salat maupun dalam   kehidupan sosial.  Sebagaimana keberadaan kelompok aliran lainnya seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, Al Irsyad, Islam, Salâfí maupun lainnya, mereka adalah saudara se-agama, karena mereka telah bersyahadat. Bahkan ketika jamaah Syahadatain melakukan tawasul dengan wirid  membaca surat Al Fatihah, ditujukan kepada  seluruh  Shahabat, para ‘ulama, para guru mereka, dan semua  orang yang telah memberikan ilmu yang  bermanfaat,  dengan tanpa memandang mereka dari mana madzhabnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rohman, A. (2011). Persepsi Kelompok Syahadatain terhadap Nilai-nilai Toleransi di Banyumas. Analisa, 18(2), 273. https://doi.org/10.18784/analisa.v18i2.138

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free