PANDANGAN MUI TERKAIT PERBEDAAN PENETAPAN 1 SYAWAL 1444 H DI INDONESIA

  • Hudayah Y
  • Rahma Amir
N/ACitations
Citations of this article
45Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Perdebatan yang masih sering muncul antar umat Islam di Indonesia terkait penetapan awal bulan qamariyah yang mempengaruhi penetapan hari-hari besar Islam seperti halnya Idul Fitri dan Idul Adha dikarenakan para ormas-ormas Islam yang masih tetap berpegang teguh dengan ketetapannya masing-masing. Dalam hal ini yang dimaksud adalah NU dengan metode rukyatnya dan Muhammadiyah dengan metode hisabnya, dimana NU mempunyai ketetapan dengan istilah ihbar serta Muhammadiyah mempunyai istilah instruksi. Munculnya kriteria MABIMS baru diharapkan mampu memudahkan terwujudnya kalender Islam global sehingga bisa meminimalisir perselisihan diantara masyarakat. Tujuan penelitian ini untuk menambah wawasan intelektual dan sikap toleransi antar ormas Islam guna membangun penghargaan dan penghormatan kepada kelompok lain sepanjang perbedaan hari raya belum bisa disatukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif dan wawancara, dengan mengambil argumentasi dari sumber-sumber yang terpercaya. Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya sikap toleransi untuk mencegah perselisihan yang memicu terpecahnya umat Islam di Indonesia.

Cite

CITATION STYLE

APA

Hudayah, Y. R., & Rahma Amir. (2023). PANDANGAN MUI TERKAIT PERBEDAAN PENETAPAN 1 SYAWAL 1444 H DI INDONESIA. ELFALAKY, 7(1), 89–104. https://doi.org/10.24252/ifk.v7i1.37768

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free