Konflik Batin Tokoh “Aku” dalam Cerpen Rumah yang Terang Karya Ahmad Tohari: Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra

  • Zilfa Ghifara
  • Tifara Revalina Iryanti
  • Fadhilah Nur Salsabila
N/ACitations
Citations of this article
25Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek kejiwaan tokoh utama pada cerpen Rumah yang Terang dalam menghadapi konflik batin, menggunakan aspek psikologi sastra. Selain itu, peneliti juga bertujuan mendeskripsikan aspek struktural cerpen Rumah yang Terang. Metode yang peneliti pakai adalah metode deskriptif kualitatif sumber data peneliti melalui teks cerpen Rumah yang Terang dalam e-book. Peneliti menggunakan teknik baca dan teknik catat, kemudian peneliti menganalisis menggunakan teori Sigmund Freud yang berisi Ide, Ego, dan Superego. Tokoh "aku" mengalami konflik batin yang kompleks, antara hasrat pribadi untuk memodernisasi rumah dengan memasang instalasi listrik dan keharusan menghormati otoritas ayah yang telah melarang tindakan untuk memasang listrik dirumah nya tanpa memikirkan larangan ayah. Kemudian mencari solusi agar diterima oleh kedua belah pihak lalu muncul rasa bersalah dan trauma mendalam setelah kematian sang ayah, membuat tokoh kehilangan identitas sebagai anak. Tokoh mengalami emosional menuju penerimaan nila-nilai spiritual yang diwariskan ayahnya.

Cite

CITATION STYLE

APA

Zilfa Ghifara, Tifara Revalina Iryanti, & Fadhilah Nur Salsabila. (2025). Konflik Batin Tokoh “Aku” dalam Cerpen Rumah yang Terang Karya Ahmad Tohari: Sebuah Tinjauan Psikologi Sastra. JURNAL PENDIDIKAN BAHASA, 15(2), 128–135. https://doi.org/10.37630/jpb.v15i2.2901

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free