Abstract
Ritual dumia umbanua memiliki nilai-nilai historis dan kultural yang penting bagi masyarakat setempat, namun, pelaksanaan upacara adat dumia umbanua seringkali menimbulkan perbedaan pandangan dan interpretasi antara adat dan agama, serta menimbulkan konflik di antara masyarakat. Beberapa tokoh agama Kristen di Minahasa bahkan menganggap bahwa upacara adat dumia umbanua tidak sesuai dengan iman Kristen. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tentang ritual dumia umbanua; menghubungkan dumia umbanua dalam kajian misi kontekstual dan implementasi dalam moderasi beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pendekatan kualitatif deskriptif, dengan menggunakan studi literatur dan data lapangan. Adapun hasil penelitian pelayanan misi kontekstual pada masyarakat Laikit merupakan suatu pendekatan pelayanan gereja yang menekankan pentingnya pemahaman kontekstual dalam menghadapi kontroversi ritual tersebut. Pelayanan misi kontekstual mencakup segala upaya gereja untuk menghadirkan pesan kabar baik (Injil) dan keselamatan Allah dalam cara yang relevan melalui ritual tersebut. Melalui Missio Dei, Tuhan memberikan Missio Ecclesiae yakni otoritas kepada gereja untuk menjalankan misi Allah yang berciri non-eksklusif, toleran dan kontekstual.
Cite
CITATION STYLE
Royke Lantupa Kumowal, Kalintabu, H., & Charolin Geby Bambung. (2024). "Dumia Umbanua” : Misi Kontekstual Dalam Moderasi Beragama Di Desa Laikit Kabupaten Minahasa Utara. Vox Dei: Jurnal Teologi Dan Pastoral , 5(2), 281–300. https://doi.org/10.46408/vxd.v5i2.488
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.