DISONANSI KOGNITIF PADA IBU TUNGGAL

  • Kurnia A
  • Yudha Aryanti N
  • Gustina Zainal A
N/ACitations
Citations of this article
76Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Sebagai seorang ibu tunggal, tanggung jawab yang diemban  lebih kompleks karena harus menjalani peran ganda: menjadi kepala keluarga, mencari nafkah, mendidik anak, dan mengurus rumah tangga seorang diri. Peran sulit yang harus dijalani  serta penerimaan diri yang harus dilalui menimbulkan kondisi disonansi kognitif pada ibu tunggal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui disonansi kognitif yang dialami oleh ibu tunggal sebagai kepala keluarga. Metode deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan paradigma konstruktivis. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam semi terstruktur dan observasi non-partisipan. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis data dari Miles dan Huberman yaitu melalui tahap kondensasi data, penyajian data, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Ibu tunggal merasa cukup berat dalam menjalani perannya mencari nafkah sekaligus mengurus rumah, keempat informan memilih untuk menerima keadaan dan melanjutkan hidup demi menghidupi anak.

Cite

CITATION STYLE

APA

Kurnia, A. D., Yudha Aryanti, N., & Gustina Zainal, A. (2024). DISONANSI KOGNITIF PADA IBU TUNGGAL. Communications, 6(1), 1–18. https://doi.org/10.21009/communications.6.1.1

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free