CITRA KAWASAN CAGAR BUDAYA TROWULAN DI DESA TROWULAN DAN DESA SENTONOREJO, KABUPATEN MOJOKERTO

  • Sapta Kartika Putri E
  • Antariksa
  • Sasongko W
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

ABSTRAK Studi ini dilakukan untuk mengetahui persepsi masyarakat menganai citra kawasan atau identitas kawasan cagar budaya Trowulan, kualitas dan kepentingan untuk menentukan upaya atau arahan pengembangan yang dapat ditetapkan kedepannya. Upaya yang dilakukan untuk menciptakan citra kawasan yang memiliki sense, sehingga dapat menjadi identitas dan karakter kawasan cagar budaya Trowulan. Desa Trowulan dan Desa Sentonorejo menjadi objek studi didasarkan karena kedua desa merupakan desa yang memiliki kandungan situs yang banyak dan memiliki tingkat kepadatan linggan atau arca yang tinggi. Sementara Kecamatan Trowulan merupakan wilayah yang dapat menggambarkan dan mengingatkan kembali dengan kebesaran Kerajaan Majapahit. Peninggalan Kerajaan Majapahit yang banyak ditemukan pada Kecamatan Trowulan perlu dilestarikan sehingga setiap generasi dapat mengetahuinya. Keberadaan situs dapat memberikan karakter dan identitas bagi Kecamatan Trowulan. Masyarakat yang menjadi pengguna kawasan perlu untuk diketahui pandangan atau persepsinya mengenai kawasan tersebut sehingga akan mempengaruhi partisipasi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya. Studi ini menggunakan empat analisis, yaitu pemetaan kognitif, penilaian makna kultural, pemaknaan kawasan, dan Importance Peformance Analysis (IPA). Hasil studi menunjukkan bahwa kawasan cagar budaya Trowulan memiliki citra positif sebagai kawasan yang mempunyai nilai sejarah. Dengan memiliki 6 elemen bangunan dan lingkungan pembentuk identitas di kawasan cagar budaya Trowulan, yaitu Kolam Segaran, Museum Trowulan, Pendopo Agung Trowulan, Situs Kedaton, Lantai segienam, dan Kompleks Makam Troloyo. Kata kunci: citra kawasan, kawasan bersejarah, persepsi masyarakat. ABSTRACT This study is done to know public perception about the image and identitiy of a region, which is Trowulan Cultural Heritage, quality and quantity to know the way for developing the region. Effort will be done to create a sense of this place so could be an identity and character Trowulan Culturual Heritage. Trowulan Village and Sentonorejo Village can be object of study because both villages have so much historical sites. While Trowulan district is a district than can describes and reminds about Majapahit Kingdom. Relics of the Majapahit Kingdom that found at Trowulan District need to be preserved so everyone can know about it. The existence about those sites can provide character and identitiy Trowulan District. The user community area need to know about perception of the area so could affect community participation in preserving the cultural heritage. This research use four analyzes, they are cognitive mapping, assessment of cultural meaning, the meaning of region, and Importance Perfomance Analysis (IPA). The result of this study is the historical district has positive image as district that has a historical value. Those six building and environmental elements which built identity in Historical District Trowulan are Kolam Segaran, Museum Trowulan, Pendopo Agung Trowulan, Situs Kedaton, Lantai Segienam, and Kompleks Makam Troloyo. Keywords: image of place, historical district, public perception.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sapta Kartika Putri, E., Antariksa, & Sasongko, W. (2017). CITRA KAWASAN CAGAR BUDAYA TROWULAN DI DESA TROWULAN DAN DESA SENTONOREJO, KABUPATEN MOJOKERTO. Arsitektur E-Journal, 10(1), 1–11.

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free