DIGLOSIA BAHASA DALAM PELAYANAN OBAT DI APOTEK SITI HADJAR PKU MUHAMMADIYAH TEGAL

  • Sunardi A
  • Susanto A
N/ACitations
Citations of this article
33Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Proses komunikasi dalam pelayanan kefarmasian yang melibatkan penutur dan mitra tutur merupakan kegiatan bahasa yang masuk pada ranah sosiolinguistik.Peristiwakontak bahasa yang dilakukan penutur dan mitra tutur pada pelayanan diapotek tidak bisa lepas dari diglosia bahasa. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui diglosia bahasa dalam swamedika di apotek Siti Hadjar PKU MuhammadiyahTegal. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Proses analisis yaitu: reduksi data (data reduction), penyajian data (data display) dan penarikan simpulan (conclusion). Hasil penelitian berdasarkan Data 1 adalahKata-kata yang digunakan oleh pelayan disampaikan dengan kode etik yang normatif. Jawaban ibu pembeli bukan menggunakan bahasa Indonesia seperti yang disampaikan pelayan, tetapi menggunakan bahasa kromo inggil yang dalam bahasa jawa mempunyai kedudukan tertinggi. Data 2, tidak ada ragam T atau ragam R, ini karena seumuran atau dalam pelayanan si Pelayan menyampaikan secara biasa, singkat, dan datar sehingga pembeli pun menjawab dengan singkat dan biasa. Data 3, dalam percakapannya menunjukan pelayan menjelaskan secara detail, sabar dan komunikatif. Kata-kata sapaan diungkapkan berkali-kali, menunjukkan mengakui keberadaan lawan bicara

Cite

CITATION STYLE

APA

Sunardi, A., & Susanto, A. (2018). DIGLOSIA BAHASA DALAM PELAYANAN OBAT DI APOTEK SITI HADJAR PKU MUHAMMADIYAH TEGAL. Parapemikir : Jurnal Ilmiah Farmasi, 7(2), 244. https://doi.org/10.30591/pjif.v7i2.981

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free