Abstract
Dalam kajian ini, hubungan antara puisi dan ekologi muncul dalam puisi Ca Léléng Do, Do Léléng Ca ‘Satu Sama dengan Banyak, Banyak Sama dengan Satu’, sebuah puisi berbahasa Manggarai, NTT karya Inosensius Sutam. Pembahasan dalam kumpulan puisi ini menggunakan pendekatan pembacaan hermeneutik, yaitu pembacaan ulang dengan memberikan tafsiran berdasarkan konvensi sastra. Konvensi sastra itu, di antaranya yaitu konvensi ketaklangsungan ucapan (ekspresi) puisi. Kemudian dikaitkan dengan pandangan dunia pengarang. Tentang refleksi masa lalu menyoalkan keintiman manusia dengan alam.
Cite
CITATION STYLE
Ferdinandus Moses. (2023). INTROSPEKTIF EKOLOGIS “CA LÉLÉNG DO, DO LÉLÉNG CA.” In Sastra dan Ekologi. Penerbit BRIN. https://doi.org/10.55981/brin.304.c593
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.