Abstract
Tulisan berikut akan menyoroti fenomena premanisme khususnya seiring dengan era reformasi yang dikaitkan dengan desentralisasi, otonomi daerah, dan pemilihan kepala daerah secara langsung (pilkada) atau lebih jauh lagi dengan Pemilu sebagai pesta demokrasi di Indonesia. Dengan menilik pula ‘hajatan politik’ di daerah diasumsikan akan lebih jelas dalam mengkaji hubungan antara premanisme dan dinamika politik yang berkembang. Fenomena premanisme ini kemudian akan penulis korelasikan dengan konteks modernisasi dan shadow state.
Cite
CITATION STYLE
Effendy, T. (2013). PREMANISME DAN PEMBANGUNAN POLITIK DI INDONESIA. Al-Adl : Jurnal Hukum, 5(9). https://doi.org/10.31602/al-adl.v5i9.189
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.