Abstract
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penggunaan media sosial dan pola interaksi sosial terhadap sikap toleransi sosial pada Generasi Z. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 30 responden berusia 15–25 tahun yang aktif menggunakan media sosial. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap toleransi sosial, yang menegaskan perannya sebagai sarana perluasan wawasan, akses informasi, serta pembelajaran nilai keberagaman. Sebaliknya, pola interaksi sosial secara parsial tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap toleransi. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingginya intensitas komunikasi tidak selalu menghasilkan sikap toleran karena adanya kecenderungan terbentuknya echo chambers, yaitu interaksi dalam kelompok homogen yang memperkuat pandangan serupa. Namun, secara simultan kedua variabel memberikan kontribusi pengaruh yang cukup kuat sebesar 64,4% terhadap pembentukan toleransi sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lingkungan digital dan pola hubungan sosial merupakan satu ekosistem yang saling terintegrasi dalam membentuk orientasi nilai Generasi Z, sehingga literasi digital dan kualitas interaksi sosial menjadi faktor penting dalam penguatan toleransi di masyarakat multikultural.
Cite
CITATION STYLE
Prasetya, E. P., & Ulumudin, I. (2026). Dampak Media Sosial dan Pola Interaksi Sosial Terhadap Toleransi di Kalangan Generasi Z. Jurnal PAKAR “Pancasila Dan Kewarganegaraan,” 2(1), 23–32. https://doi.org/10.66510/spkhz774
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.