Abstract
Abstrak. Keberadaan flora dan fauna dalam suatu agroekosistem tembakau berpengaruh terhadap tingkat kestabilannya, salah satu komponen biotik dalam suatu ekosistem adalah serangga. Serangga di dalam suatu agroekosistem memiliki banyak peranan salah satu diantaranya adalah serangga herbivora. Struktur dan komposisi vegetasi dalam suatu ekosistem sangat menentukan keberadaan serangga herbivora. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pengambilan sampel serangga herbivora menggunakan perangkap light trap, pitfall trap dan handpicking. Peubah yang diamati meliputi komposisi, kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks kemerataan, indeks dominasi dan indeks similaritas serangga herbivora. Hasil penelitian menunjukkan, komposisi serangga herbivora yang ditemukan pada lahan tembakau di Desa Keunaloi terdapat 45 morfospesies dengan total 4.488 individu, sedangkan di Desa Lamkleng 32 morfospesies dengan total 1.861 individu. Serangga herbivora yang paling melimpah di ekosistem tembakau Desa Keunaloi yaitu semut Solenopsis geminata sebanyak 3.236 individu, sedangkan serangga herbivora yang paling melimpah di Desa Lamkleng yaitu wereng Neoaliturus sp1 sebanyak 759 individu. Nilai indeks keanekaragaman di lahan tembakau Desa Keunaloi yaitu 1,43 dengan kategori cukup stabil, sedangkan di lahan Desa Lamkleng yaitu 2,24 dengan kategori stabil. Nilai indeks kemerataan di lahan tembakau Desa Keunaloi yaitu 0,38 dengan kategori kurang stabil, sedangkan di lahan Desa Lamkleng yaitu 0,65 dengan kategori lebih stabil. Nilai indeks dominasi di lahan tembakau Desa Keunaloi yaitu 0,53 dengan kategori cukup stabil, di lahan Desa Lamkleng yaitu 0,20 termasuk dengan kategori sangat stabil. Nilai indeks similaritas pada kedua lahan tembakau di Desa Keunaloi dan Lamkleng yaitu 0,57 kategori cukup stabil. Semakin tinggi tingkat keanekaragaman morfospesies serangga herbivora serta vegetasi yang lebih beragam dalam suatu agroekosistem, maka tingkat kestabilannya semakin tinggi (stabil). Pada penelitian ini agroekosistem di Desa Lamkleng lebih stabil dibandingkan di Desa Keunaloi. Diversity of Herbivorous Insects in Two Tobacco Ecosystems in Aceh Besar DistrictAbstract. The presence of flora and fauna in a tobacco agroecosystem affects the level of stability, one of the biotic components in an ecosystem is insects. Insects in an agroecosystem have many roles, one of which is herbivorous insects. The structure and composition of vegetation in an ecosystem determine the presence of herbivorous insects. This study used descriptive method by sampling herbivorous insects using light trap, pitfall trap and handpicking. The observed variables include composition, abundance, diversity index, evenness index, dominance index and similarity index of herbivorous insects. The results showed that the composition of herbivorous insects found in tobacco fields in Keunaloi Village had 45 morphospecies with a total of 4,488 individuals, while in Lamkleng Village there were 32 morphospecies with a total of 1,861 individuals. The most abundant herbivorous insects in the tobacco ecosystem of Keunaloi Village were Solenopsis geminata ants totaling 3,236 individuals, while the most abundant herbivorous insects in Lamkleng Village were Neoaliturus sp1 leafhoppers totaling 759 individuals. while in Lamkleng Village land is 2.24 with a stable category. The value of the evenness index in the tobacco field of Keunaloi Village is 0.38 with a less stable category, while in the Lamkleng Village land is 0.65 with a more stable category. The dominance index value in Keunaloi Village tobacco fields is 0.53 with a fairly stable category, in Lamkleng Village fields is 0.20 including a very stable category. The similarity index value on both tobacco fields in Keunaloi and Lamkleng Villages is 0.57, which is quite stable. The higher the level of morphospecies diversity of herbivorous insects and more diverse vegetation in an agroecosystem, the higher the level of stability (stable). In this study, the agroecosystem in Lamkleng Village was more stable than in Keunaloi Village.
Cite
CITATION STYLE
Syakirah, R., Sayuthi, M., & Hasnah, H. (2024). Keanekaragaman Serangga Herbivora pada Dua Ekosistem Tembakau di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, 9(2), 370–387. https://doi.org/10.17969/jimfp.v9i2.30143
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.