Konsep Kebebasan Manusia dan Hidayah dalam Perspektif Pendidikan Islam

  • Wildan S
  • Sabarudin
  • Idris H
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
20Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Manusia sebagai makhluk sosial memiliki otoritas dan kebebasan untuk melakukan apa yang diinginkannya. Manusia juga berusaha memberikan kreativitas dan inovasi sesuai dengan kemampuannya. Hal ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat setempat. Manusia dilahirkan sebagai pemimpin untuk mengatur segala sesuatu yang baik dan benar di bumi. Hak kebebasan dalam mengatur juga harus sesuai dengan porsinya agar tidak menyimpang jauh dari cita-cita atau tujuan. Selain itu hidayah merupakan salah satu gerbang awal bagi manusia untuk selalu mensyukuri dan menerima apa yang telah Allah berikan. Hal ini karena hidayah merupakan petunjuk bagi umat manusia yang diharapkan dapat diterima oleh manusia dengan ikhlas dan tanpa paksaan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (literary study). Sumber data diambil oleh penulis dari buku, jurnal, kitab suci, dan referensi lain yang relevan. Kebebasan manusia dan bimbingan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya terkait dalam tindakan sehari-hari. Kebebasan manusia tidak terlepas dari tuntunan Allah SWT. ada dua hal yang sangat penting dan bermanfaat yaitu nilai kemanusiaan dan nilai qonaah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wildan, S., Sabarudin, Idris, H., & Rahmah, A. K. (2023). Konsep Kebebasan Manusia dan Hidayah dalam Perspektif Pendidikan Islam. Geneologi PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 10(1), 49–58. https://doi.org/10.32678/geneologipai.v10i1.8160

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free