Abstract
Larat belakang Anemia defisiensi besi merupakan masalah kesehatan di negara berkembang yang menyebabkan peningkatan angka kejadian akibat infeksi. Salah satu akibat infeksi yang terjadi adalah pneumonia yang menjadi penyebab angka kesakitan dan kematian yang tinggi pada balita di seluruh dunia. Tujuan Untuk mengetahui hubungan anemia defisiensi besi dengan kejadian infeksi pneumonia pada anak 6 bulan – 5 tahun. Metode Penelitian belah lintang pada 27 subyek usia 6 bulan – 5 tahun di RSUD Bendan Pekalongan. Karakteristik subyek yang diteliti adalah usia, jenis kelamin, status gizi, ASI, ferritin, hemoglobin dan pneumonia. Data yang diperoleh dilakukan analisis uji kontingensi C dan regresi logistik dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil Anemia defisiensi besi berhubungan dengan kejadian pneumonia, nilai p < 0,001, dengan nilai hubungan lemah (0,437). Dari hasil analisis (multivariat) regresi logistik didapatkan kadar Hb dan ferritin tidak berpengaruh terhadap ADB PR 1,281 (CI 95% <0,05), p=1,000 dan PR 2,364 (CI 95% <0,05), p=0,995. Kesimpulan Terdapat hubungan yang lemah antara anemia defisiensi besi dengan kejadian infeksi pneumonia pada balita. Kadar haemoglobin, ferritin bukan merupakan variabel dominan yang berpengaruh terhadap anemia defisiensi besi.
Cite
CITATION STYLE
Saputra, N. W., Kusumawardani, T., & Muryawan, M. H. (2022). Hubungan Anemia Defisiensi Besi dengan Pneumonia pada Anak Usia 6 Bulan – 5 Tahun. Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine, 9(1), 75–80. https://doi.org/10.36408/mhjcm.v9i1.691
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.